Resume PKKMB UNUSA Fakultas Kesehatan 2025 (Materi Kedua)


         Materi disampaikan oleh Ibu Atik Qurrota A'yunin Al Isyrofi,S.KIM.,M.Kes. Yang bertemakan "Personal Branding for The Next Generation". Identitas diri tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita lakukan secara langsung, tetapi juga oleh bagaimana kita hadir di dunia maya. Media sosial, platform profesional, hingga portofolio online menjadi cermin dari kepribadian, kompetensi, dan nilai yang kita miliki. Kunci dari personal branding adalah autentisitas. Generasi sekarang perlu menampilkan jati diri yang asli, bukan sekadar mengikuti tren. Dengan menunjukkan karakter unik, nilai hidup, serta keahlian yang relevan, orang lain akan lebih mudah percaya dan mengenal kita. Selain itu, membangun branding juga berarti menonjolkan skill dan kompetensi, baik hard skill seperti teknologi, maupun soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kreativitas.


        Personal branding juga erat kaitannya dengan networking dan kolaborasi. Generasi muda tidak bisa hanya berdiri sendiri, melainkan perlu membangun relasi positif dan bekerja sama untuk memperluas peluang. Semua itu harus dijaga dengan konsistensi baik dalam perilaku, cara berkomunikasi, maupun konten yang dibagikan sehingga tercipta kredibilitas dan kepercayaan dari orang lain. Pada akhirnya, personal branding bukan hanya tentang citra, tetapi juga tentang impact dan value. Generasi penerus perlu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungannya dan terus melakukan lifelong learning agar branding yang dibangun tetap relevan di tengah perubahan zaman. Dengan begitu, personal branding bisa menjadi bekal penting untuk masa depan yang lebih baik.


         Selain membangun citra yang baik, personal branding bagi generasi selanjutnya juga menjadi strategi dalam meraih peluang karier. Banyak perusahaan maupun organisasi kini tidak hanya menilai dari ijazah atau sertifikat, tetapi juga bagaimana individu mampu menampilkan diri, menunjukkan profesionalitas, dan memberikan bukti kompetensi melalui karya nyata. Dengan branding yang kuat, seseorang bisa lebih mudah dikenal dan dipercaya. Personal branding juga membantu dalam pengembangan kepercayaan diri. Saat seseorang mengenali potensi dirinya, lalu berani menunjukkannya dengan cara yang tepat, maka ia akan lebih percaya diri menghadapi tantangan. Ini sangat dibutuhkan oleh generasi muda yang hidup di tengah persaingan global dan perubahan teknologi yang cepat.


        Menurut saya, materi tentang Personal Branding for the Next Generation sangat bermanfaat karena mengingatkan bahwa citra diri bukan hanya sekadar penampilan, tetapi juga tentang nilai, sikap, dan kontribusi yang kita tunjukkan. Di era digital, personal branding menjadi bekal penting untuk bersaing, membangun relasi, dan membuka peluang baru. Bagi saya pribadi, hal ini memotivasi untuk terus mengenali potensi diri, konsisten dalam bersikap, serta berani menampilkan keunikan agar bisa memberikan dampak positif bagi orang lain.


-    Facebook            :    https://www.facebook.com/unusaofficialfb

-    Instagram            :    https://www.instagram.com/unusa_official/         

-    Youtube               :    https://www.youtube.com/@unusa_official  

-    Twitter (X)          :    https://x.com/unusa_official?lang=en

-    Tiktok                 :    https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Unusa Masuk 100 PTN-PTS Peserta Pimnas Ke-37

My Digital Portofolio Hari Pertama PKKMB UNUSA 2025

Rseume PKKMB UNUSA Fakultas Kesehatan 2025 (Materi Ketiga)