My Digital Portofolio Hari Kedua PKKMB UNUSA 2025
UNUSA memiliki akar kuat di bidang pendidikan kesehatan yang dimulai dari Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) YARSIS pada tahun 1979. Kemudian pada tahun 1985 didirikan Akademi Keperawatan (AKPER) YARSIS. Pada tahun 1997 didirikan Akademi Kebidanan (AKBID) YARSIS sekaligus menandai berakhirnya SPK. Pada tahun 2006 Terjadi penggabungan AKPER dan AKBID menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) YARSIS, dengan tambahan program studi S1 Keperawatan dan Program Profesi Ners. Proses legalitas perubahan bentuk institusi telah diajukan sejak 2012 dengan dukungan dari berbagai pihak NU. Akhirnya pada tanggal 2 Juli 2013 telah resmi terbentuk Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) di bawah naungan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS), dengan dukungan penuh dari organisasi NU di lingkungan Surabaya. UNUSA memiliki 23 program studi dari 5 fakultas, dan saat ini UNUSA berada di peringkat ke-7 di Indonesia untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Materi Pertama disampaikan oleh Bapak Ainun Najib. Yang bertemakan "Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri". Munculnya AI ini adalah seperti munculnya listrik dalam kehidupan umat manusia, sesuatu yang sangat masif dampaknya dan sangat katalis untuk inovasi dan perkembangan teknologi yang merubah umat manusia, itulah revolusi industri yang sedang kita alami saat ini yaitu revolusi karena munculnya teknologi AI, lalu kemudian konteksnya apa dengan perguruan tinggi di era sekarang adalah tantangan terbesar bagaimana zaman sekarang ini bisa siap menggunakan teknologi AI dan tidak malah merasa dirugikan dengan kehadiran teknologi AI ini. AI mungkin tidak bisa secerdik manusia, tidak bisa berfikir strategis dan berfikir kreatif untuk menciptakan ide-ide baru yang belum ada sebelumnya yang bisa menyamai manusia apalagi mengunggul dari manusia. Dalam konteks kreativitas, teknologi AI itu basisnya adalah memproses data, dari data mesin learning from data dia hanya bisa mencari, meringkas, dan merangkum apa yang dia baca apa yang dia lihat dari data tulisan, data video, data foto dan seterusnya. Jadi mesin itu yang menganalisa dari data dan dia tidak bisa menciptakan sesuatu di luar apa yang dia lihat, maka dia tidak akan bisa menciptakan sesuatu yang baru. Kreativitas yang kedua adalah rasa kemanusiaan compassion empathy, empati rasa kemanusiaan ini tidak akan bisa dilakukan oleh AI jika umat manusia menjadikan AI sebagai teman curhat, karena dari curhatan kita dia akan meniru kata-kata yang dia sudah pernah lihat saja, bahkan dia tidak betul-betul paham perikemanusiaan.
Materi Kedua disampaikan oleh Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H. Yang bertemakan "Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi". Korupsi adalah kanker yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia merampas hak-hak rakyat, menghambat pembangunan, dan merusak kepercayaan publik. Melawan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum atau pemerintah, tapi tanggung jawab kolektif seluruh rakyat Indonesia. Generasi muda adalah kunci dan harapan terbesar dalam membangun Indonesia yang bebas korupsi. Dimana generasi muda ini nantinya akan menjadi pemimpin, profesional, dan warga negara yang menentukan arah Indonesia di masa depan. Nilai integritas yang ditanamkan sejak dini akan menjadi fondasi bagi kepemimpinan yang bersih. Generasi muda juga memiliki energi, kreativitas, dan penguasaan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sistem transparan, mengawasi penyelenggara negara, dan mengembangkan solusi anti korupsi yang inovatif. Generasi muda sekarang ini memiliki mindset cenderung lebih kritis, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki idealisme yang tinggi. Generasi muda Indonesia juga memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan sejati dalam memerangi korupsi. Integritas bukan hanya pilihan, tapi keharusan, dengan cara membangun dan menjunjung tinggi integritas sejak dini, generasi muda dapat membentengi diri dari godaan korupsi dan menjadi garda terdepan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan.
Materi Ketiga disampaikan oleh Ibu Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes.. Yang bertemakan "Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi". (K3L) atau Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan sebenarnya lebih ke arah bagaimana kita bisa beraktivitas di kampus dengan aman, sehat, dan tetap peduli pada lingkungan sekitar. Misalnya, saat ada kegiatan di laboratorium, kita perlu tahu cara mencegah kecelakaan kecil seperti tumpahan bahan kimia, menjaga kesehatan dengan pola hidup bersih, sampai membiasakan diri agar tidak merusak lingkungan kampus. Intinya, dengan menerapkan K3L, suasana belajar jadi lebih nyaman, semua kegiatan bisa berjalan lancar, dan kita juga ikut bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Dari semua materi yang telah disampaikan saat acara PKKMB UNUSA memberi saya banyak wawasan, materi yang saya dapatkan memberi kesan bahwa sebagai mahasiswa saya harus siap menghadapi tantangan era digital, menjunjung tinggi integritas untuk melawan korupsi, serta selalu peduli pada keselamatan, kesehatan, dan lingkungan dalam setiap aktivitas di kampus.
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter (X) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar